Masih Tersangkut di Karang, Kapal MV Shahraz Patah

Masih Tersangkut di Karang, Kapal MV Shahraz Patah

MARITIMNEWS.ID, BATAM — Kapal Container MV Shahraz diketahui masih berada di Peraira Batu Berhenti, Pulau Sambu hingga Jumat (5/6/2020). Kapal ini masih tersangkut di atas batu dan terlihat patah.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, tampak kapal MV Shahraz yang bermuatan ratusan kontainer tengah dipasangi oil spill untuk mengakomodir jika terjadi tumpahan oli atau Marine Fuel Oil (MFO). Pemasangan ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran tumpahan oli seiring dengan pengaruh pasang surut.

Tak hanya itu saja, di sisi kanan kapal terdapat cranebase yang akan digunakan untuk mengevakuasi muatan kapal berupa ratusan kontainer. Sementara itu, dari badan kapal terlihat adanya patahan di bagian tengah kapal dan posisi kapal sudah tampak miring ke kiri. Salah seorang kru kapal yang menggunakan wearpack biru tampak berdiri di sisi kanan belakang kapal.

Ketua DPC Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH) Kota Batam, Budiman Sitompul yang juga berada di lokasi kejadian mengatakan, sangat menyayangkan kejadian kandasnya kapal Iran tersebut. Menurutnya, dari pantauan yang dilakukan, kapal tersebut jelas tersangkut di atas karang. “Ini bisa terlihat bahwa memang kapal tersangkut di atas karang. Dan bisa dipastikan, karang yang ada, rusak. Makanya kalau ada pihak yang bilang karangnya tidak rusak, saya rasa mustahil,” katanya.

Budiman mengatakan, pihak kapal harus bertanggungjawab atas kerusakan karang di Perairan Batu Berhenti tersebut. Menurutnya, pihak pemerintah baik dari keamanan dan otoritas pelabuhan harus bertindak tegas. “Aparat kita harus tegas menangani ini. Memang benar kalau ini kecelakaan, penyebabnya apa? Kalau memang karena kelalaian, mereka (pihak kapal) harus tanggungjawab dong,” kata Budiman lagi.

Tak hanya itu saja, lanjut Budiman, kapal berbendera Iran ini dikabarkan sempat ditolak masuk oleh Pemerintah Singapura. “Kita harus pertanyakan, kenapa kapal ini ditolak? Sebenarnya kapal ini dari mana mau ke mana? Dan apa muatan semua kontainer ini? Kalau mereka ditolak masuk oleh Singapura, artinya ada sesuatu. Jangan-jangan kapal ini bawa sesuatu yang membahayakan, bawa limbah misalnya. Ini yang harus diperjelas,” katanya. (ayn)

Mari berbagi di Media Sosial:
BACA JUGA:  WNI Meninggal di Kapal Cina: Brimob, Helikopter, dan Penembak Jitu Mengejar 2 Kapal

Redaksi MARITIMNEWS.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *