PUPUK BERSUBSIDI AKAN DIKIRIM SECARA BERTAHAP

Malinau- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau Ir. Kristian Muned M.T. menegaskan, di dinasnya memang ada pengadaan pupuk bersubsidi. Tahapan pengadaannya itu melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani. Yakni, petani dalam suatu kelompok mengajukan bantuan pupuk bersubsidi kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian. Setelah itu Dinas Pertanian membuat disposisi agar mengambil pupuk bersubsidi tersebut kepada distributor yang ditunjuk.

Subsidi pupuk ini ditegaskan Kristian Muned ditegaskan tidak banyak. Menurut sepengetahuannya, NPK itu hanya sekitar 90 ton saja dan tidak dikirim langsung utuh 90 ton dalam satu tahun. Melainkan dilakukan bertahap. “Jadi, jika ada kelompok tani yang sudah dapat RDKK tetapi saat datang ke distributor pupuk bersubsidi ternyata pupuk itu tidak ada,” ungkapnya.

Karena, sambung Kristian Muned ada upaya dari Dinas Pertanian supaya merata pendistribusinya maka dilakukan pembagian kepada para kelompok tani. Misalnya, jika datang 5 ton pupuk bersubsidi tetapi petani mengajukan 1 ton maka dibatasi hanya diberikan 500 kilogram saja. “Kami batasi, kami berikan 500 kilogram saja, supaya yang 500 kilogram lagi digunakan juga oleh kelompok tani yang lain,” beber Kristian Muned.

Menurutnya, ada beberapa petani yang mengajukan usulan untuk memperoleh pupuk bersubsidi dalam jumlah yang banyak. Khususnya dari kelompok tani bidang hortikultura dan perkebunan. “Padahal, pupuk bersubsidi ini lebih diprioritaskan oleh Dinas Pertanian pada program pertanian bidang tanaman pangan khusus padi,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pegawai Dinas Pertanian Malinau Widyo menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 47 tahun 2017 disebutkan, Kabupaten Malinau mendapatkan alokasi pupuk beberapa jenis yaitu Urea, SP36, ZA, MPK dan organik. Untuk jenis Urea, Malinau mendapatkan alokasi 30 ton, SP36 14 ton, ZA 10 ton, NPK 90 ton dan organik sebanyak 27 ton.

“Sedangkan untuk harga, berdasarkan Kementan tadi, urea per kilonya Rp 1.800, Sp36 Rp 2.000 per kilo, ZA seharga Rp 1.400 per kilogram dan organik hanya Rp 500 saja per kilonya. Kemasan pupuk urea, NPK, SP36 dan ZA seberat 50 kilogram. Sedangkan organik hanya 40 kilogram kemasannya,” tukasnya.(RED)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *