PENGEMBANGAN BANDARA TANJUNG HARAPAN MASIH TERKENDALA PEMBEBASAN LAHAN

Bulungan- Pemkab Bulungan melalui Dinas Perhubungan belum dapat menyelesaikan pembebasan lahan warga yang terkena dampak pengembangan Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. Kendala yang dialami saat ini, karena 15 orang yang mengaku sebagai pemilik lahan belum dapat membuktikan kepemilikan berupa sertifikat ataupun dokumen lainnya yang berkekuatan hukum.

Kepala Dishub Bulungan Hasan Pemma mengatakan, Dishub sudah beberapa kali memfasilitasi pertemuan warga dengan pemerintah. Namun warga belum dapat membuktikan surat kepemilikan lahan. “Kita tidak akan bisa tindak lanjuti kalau belum ada bukti kepemilikan lahan,” ungkapnya.

Dishub Bulungan punya kewenangan membebaskan lahan di dalam pagar bandara, sedangkan di luar pagar merupakan kewenangan Dishub Kaltara. Soal ganti rugi, akan diusahakan meski saat ini Pemkab Bulungan masih keterbatasan anggaran. “Tapi masalah anggaran belum kami pikirkan, kalau permasalahan dokumen kepemilikan lahan ini belum lengkap,” ujar Hasan.

Untuk dapat menentukan harga ganti rugi harus ada dokumen. Jika tidak ada, tim appraisal tidak dapat menetapkan harga ganti rugi yang harus dibayar. “Jadi kita akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan lahan ini,” ujar Hasan.

Dalam perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Tanjung Harapan  dari 1.600 meter menjadi 1.850 meter dilakukan ke arah sungai. Hanya saja yang menjadi kendala ada masyarakat mengklaim sebagai pemilik lahan.

Hal ini dinilai harus segera diselesaikan. Jika tidak, anggaran yang disiapkan Kementerian Perhubungan senilai Rp 50 miliar untuk perpanjangan runway tidak akan turun ke Ibu Kota Provinsi Kaltara. “Kalau lahan sudah selesai, saya yakin anggarannya langsung direalisasikan,” ujar Taupan Majid, Kepala Dishub Kaltara.

Karenanya, Pemprov Kaltara berharap Pemkab Bulungan dapat berkomitmen menyelesaikan masalah lahan. “Kalau tidak berkomitmen sulit bandara bisa berkembang,” ujar Taupan.

Apalagi, kata Taupan, ke depan maskapai penerbangan yang beroperasi di Bumi Tenguyun tidak hanya jenis ATR-72. “Kita harapkan pesawat jenis boeing juga bisa,” sebut Taupan.

Jika sesuai master plan, landasan pacu bandara akan diperpanjang hingga 2.500 meter. Namun hal itu akan dilakukan bertahap yang disesuaikan dengan anggaran. “Yang jelas setiap tahun akan ada proyek perpanjangan (runway, Red),” jelasnya.(RED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *