BEA CUKAI MUSNAHKAN BARANG TIDAK BERTUAN

Bulungan – Sebanyak 420 karung Ballpress ilegal atau pakaian dan sepatu bekas dan 126.000 batang rokok ilegal dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Tarakan, pada Kamis, 13/9/2018. Barang ilegal tersebut meruakan hasil pengungkapan KPPBC TMP B Tarakan pada 2017 lalu.
Sayangnya, ribuan barang tanpa pita cukai tersebut tidak diketahui pemiliknya alias tak bertuan. Saat dikonfirmasi pemilik dari barang asal Malaysia tersebut, Kepala KPPBC TMP B Tarakan Sutikno mengaku sang pemilik berhasil melarikan diri saat dilakukan penangkapan di sekitar perairan Bulungan pada tahun lalu.
“Kalau untuk tersangka sendiri melarikan diri pada saat kita lakukan pengungkapan. Jadi hanya kapal dan ballpress saja yang kami dapatkan di TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya pada saat press release di Halaman Belakang Mako Polres Bulungan, Kamis (13/9( kemarin.
Saat disinggung apakah barang tersebut sudah sempat beredar di Kalimantan Utara (Kaltara)? Sutikno memastikan belum sempat beredar. Pasalnya barang tersebut diamankan diatas kapal dan belum sempat melakukan pembongkaran. Dikatakannya, dari hasil pengungkapan tersebut negara mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

420 Ball Barang Ilegal, Rugikan Negara Lebih Dari Rp 177 Juta

“Dari sisi material, kerugian negara akibat kegiatan ilegal tersebut diperkirakan mencapai Rp 177 juta lebih. Sedangkan dari sisi non material, dapat merugikan persaingan pasar garmen lokal.,” jelasnya.
Lebih lanjut Sutikno mengungkapkan, beberapa alasan pemerintah melarang atau tidak memberikan izin peredaran barang-barang bekas asal Luar Negeri khususnya Malaysia lantaran barang-barang tersebut, selain mengakibatkan kerugian Negara, juga mengakibatkan persaingan pasar akan turun.
“Jangan tergiur dengan harga yang murah, tapi perhatikan label perizinannya. Apabila barang itu tidak berizin, maka kualitasnya dipertanyakan dan tentu itu akan sangat berbahaya bagi kesehatan diri sendiri,” tutupnya. (a2s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *