68 PENGUNGSI GEMPA PALU TERLANTAR DI BANDARA TARAKAN, HARAPKAN BANTUAN BISA PULANG KE PULAU JAWA

Tarakan – Total hari ini seratus tujuh belas (117) pengungsi gempa-tsunami Palu – Donggala, Sulawesi Tengah tiba di Tarakan, kalimantan utara. Rencanya mereka akan melanjutkan perjalanannya ke pulau jawa, enam puluh delapan (68) orang terdiri dari lima belas anak-anak dan balita, menyerbu bandara juwata tarakan,karena ada informasi pesawat gratis ke pulau Jawa.

Dengan kondisi terlihat lelah dari raut wajah mereka, setelah menempuh perjalanan selama sembilan belas (19)  jam, dengan menggunakan transportasi laut Pelni Km Lambelu dari pelabuhan Pantolan Palu, Sulawesi Tengah, menuju pelabuhan Malundung Tarakan, Kalimantan Utara.

68 orang ini  langsung mendatangi bandara juwata tarakan setelah tersiar kabar adanya tiket gratis menuju surabaya, namun kabar itu ternyata tidak benar, menurut salah satu pengunggsi mereka mendapatkan informasi ada tiket gratis.

Siswo Hadi Salah Satu Pengungsi Mengaku Mendapatkan Informasi Pesawat Gratis

“Ada informasi dari teman bahwa ada tiket gratis pesawat di bandara Tarakan, makanya kami kesini, namun sampai disini ternyata tidak ada, Ujar Siswo Hadi Purnomo.

Lanjut Hadi, “kami sangat berharap ada uluran tangan pemerintah setempat agar kami bisa pulang ke kampong halaman kami,” Harapnya.

Para pengungsi yang bertahan di bandara juwata tarakan ini umumnya warga lamongan jawa timur , yang sudah bekerja dan  menetap di palu lebih dari  enam dan sepuluh tahun, gempa dan tsunami yang terjadi juga mengkibatkan tempat tinggal dan usaha mereka rusak berat.

Para pengungsi yang bertahan hingga  di bandara mendapatkan bantuan makanan dan minuman dari pihak bandara, warga , relawan dan paguyuban yang peduli.

Pengungsi Mendapatkan Bantuan Makanan Ringan Dari Warga

Setelah mendapat kepastian tidak adanya tiket gratis, sebagian pengungsi yang memiliki kemampuan lebih,  memilih membeli tiket pesawat sendiri agar dapat segera pulang ke kampung di Jawa Timur.

Sementara sisanya sebanyak tiga puluh tujuh (37) orang  yang bertahan hingga malam pukul 19.30 wita. akhirnya difasilitasi  polres tarakan dan kodim 0907 Tarakan,  dipindahkan ke penampungan   di pelabuhan malundung tarakan bergabung dengan pengungsi  lain yang sejak awal bertahan di pelabuhan Malundung Tarakan.

Para pengusi ini ditempatkan di penampungan pelabuhan malundung  hingga ada kepastian dibantunya kepulangan mereka ke kampung halaman oleh pemerintah.

Sementara dikabarkan jumlah pengungsi dari palu diperkirakan akan bertambah hari rabu ini menggunakan km bukit siguntang dari palu. (HBA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *