39 ORANG KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA BERHASIL DIAMANKAN POLDA KALTARA

Nunukan-Tim dari polda kalimantan utara berhasil mengagalkan tiga puluh sembilan orang dalam upaya perdagangan manusia sebagai pekerja buruh migran ilegal ke Tawau, Malaysia.

 

Sebanyak tiga puluh sembilan orang ini rencanakan akan dijual oleh pihak cukong ke berbagai perkebunan di Tawau, Malaysia. Korban perdagangan manusia ini terdiri dari anak-anak, wanita dan pria, korban ini tertangkap di salah-satu penampungan di pulau Sebatik perbatasan Indonesia-Malaysia.

Rencananya setelah dikumpulkan korban ini akan langsung dikirim ke Malaysia secara ilegal, beruntung pihak kepolisian dari polda kaltara berhasil mengagalkan upaya perdagangan manusia ini.

 

Menurut kapolda kaltara brigjen pol indrajit, “modus yang digunakan adalah agensi mendatangi ke kampung-kampung korban seperti di sulawesi dan nusa tenggara dan dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, namun saat korban nantinya menuntut gajinya yang tidak kunjung dibayarkan korban akan langsung di deportasi atau diusir dari malaysia, jelas ini menghina harga diri bangsa Indonesia,” jelasnya.

Kapolda Berikan Keterangan Ke Media

 

Sementara itu menurut korban “mayoritas mereka dijanji akan mendapatkan gaji yang tinggi namun kenyataan dari laporan yang telah lebih dulu ke malaysia bahwa gaji yang dijanjikan tidak sesuai jika kita protes maka akan langsung dideportasi dari Malaysia,” ujar Asri Dadi.

Korban Perdagangan Manusia Mendapatkan Pengarahan Dari Kapolda dan Kepala BP3TKI Kabupaten Nunukan

Bahkan lanjut Asri, dia tidak akan kembali ke Malaysia. “Saya akan tetap tinggal di Indonesia dan akan mencari pekerjaan yang lebih baik, dari pada hanya menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia,” Pungkasnya.

 

Selain mengamankan korban polisi juga menyita barang bukti puluhan handphone, ktp, identitas malaysia dan paspor. Seorang pelaku juga telah ditahan polisi yakni agensi yang menampung korban di sebatik, namun satu orang yang merupakan cukong dari malaysia telah melarikan diri.

 

Hingga kini pihak ke polisian terus melakukan pengejaran dari pelaku dan cukong yang melarikan diri. Adapun pelaku akan dijerat dengan UU no.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesai dengan ancaman sepuluh tahun penjara. (HBA)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *